Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, TPQ Attaufiq Hidayah Gelar Pawai Obor dan Makan Bersama

KARAWANG | SUARAKARAWANG.ID – Pawai obor menyambut 1 Muharam merupakan tradisi masyarakat muslim di Indonesia dalam menyambut Tahun Baru Islam. Ribuan peserta dari berbagai kalangan biasanya turun ke jalan pada malam hari sambil membawa obor api. Kegiatan ini sering dimeriahkan dengan lantunan selawat dan tablig akbar sebagai simbol cahaya dan pengharapan baru.

​Kemeriahan serupa juga terlihat dalam perayaan sambut 1 Muharam yang dilaksanakan oleh TPQ Attaufiq Hidayah. Lembaga pendidikan Al-Qur’an ini menggelar pawai obor bersama anak-anak didik serta warga Dusun Binajaya, Desa Batujaya. Warga tampak sangat antusias mengawal jalannya pawai obor keliling, yang kemudian diakhiri dengan acara makan bersama dengan penuh rasa kekeluargaan.

Baca Juga  Kejar Dugaan Penggelapan Rp200 Juta, Warga Pedes Temukan 25 Slop Rokok Tanpa Cukai

​Ustaz Taufik, yang akrab disapa Abi Opik, menerangkan bahwa acara tahunan ini memang selalu dirayakan. Menurutnya, arak-arakan obor keliling ini memiliki makna filosofis yang mendalam.

​”Simbol cahaya obor melambangkan cahaya pengetahuan, petunjuk, dan semangat untuk memulai tahun dengan kebaikan, serta semangat berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Ustaz Taufik, Senin (15/06/2026).

​Selain sebagai sarana syiar keagamaan, kegiatan ini juga berfungsi mempererat silaturahmi antarwarga, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjalin rasa kekeluargaan dan keharmonisan terhadap sesama.

​Ustaz Taufik menerangkan kepada media bahwa pawai tersebut biasanya dipadukan dengan berbagai kegiatan keagamaan lain, seperti pembacaan doa akhir dan awal tahun, zikir, serta santunan anak yatim.

Baca Juga  SDN Lemahabang Wadas IV Diduga Tarik Uang Bangunan Rp150 Ribu per Siswa, Wali Murid Keluhkan Iuran Tahunan

​”Biasanya acara pawai ini selalu dipadukan dengan baca doa akhir tahun, zikir, serta santunan. Namun untuk saat ini, kami baru bisa melaksanakan arak-arakan, baca doa, dan makan bersama dengan masyarakat, para murid TPQ, serta orang tua murid,” lanjut Ustaz Taufik.

​Mengingat pawai obor ini melibatkan api yang menyala, faktor keselamatan menjadi prioritas utama pihak panitia dan peserta. Panitia senantiasa memastikan minyak tanah pada obor tidak meluber saat dibawa berjalan, serta memastikan jarak api aman dari pakaian peserta. Alhasil, acara pun dapat berjalan dengan meriah, tertib, dan aman.

Baca Juga  1.761 Warga Terima Zakat Rp1,06 Miliar, Wali Kota Bekasi Dorong Baznas Perkuat Transparansi

​(Red)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img