Rekrutmen RSUD Rengasdengklok Diduga Cacat Hukum, Gelombang Protes Menguat! Ribuan Massa Siap Kepung

KARAWANG | SUARAKARAWANG.ID | Proses rekrutmen pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Karawang, menuai badai kritik. Anggota DPRD Karawang, Iqbal Jamalulail, menyebut seleksi tersebut “cacat sejak awal” dan berpotensi memicu gejolak sosial.

Sementara itu, Aliansi Karawang Hilir (AKHIR) siap mengerahkan ribuan massa untuk menggelar aksi unjuk rasa damai pada 15 September mendatang.

Dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung panas pada Senin (8/9/2025), Iqbal Jamalulail menyoroti ketidaktransparanan seleksi administrasi. Dari 9.836 pelamar, hanya 5% yang lolos, namun banyak di antaranya diduga tidak memenuhi kualifikasi sesuai Permenaker RI Nomor 39 Tahun 2016.

Baca Juga  Wabup Maslani Pastikan Pelayanan Publik dan Program Rulahu Berjalan Optimal di Kotabaru

“Saya jamin, tak sampai 60% yang lolos benar-benar kompeten. Asas dasar saja dilanggar, bagaimana masyarakat bisa percaya?” tegas politisi Gerindra itu.

Ia juga mengkritik pengumuman pendaftaran yang mendadak, menutup kesempatan bagi masyarakat untuk menyiapkan berkas.

Iqbal memperingatkan risiko besar jika soft launching RSUD Rengasdengklok dipaksakan pada 14 September, apalagi fasilitas tersebut belum melayani pasien BPJS Kesehatan.

“Jangan sampai momentum ulang tahun Karawang berubah jadi momentum berdarah!” serunya.

Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan

Gelombang protes tak hanya datang dari DPRD. Aliansi Karawang Hilir (AKHIR) berencana menggelar aksi unjuk rasa damai di RSUD Rengasdengklok pada Senin (15/9/2025). Aksi ini dipicu oleh dugaan ketidaktransparanan dalam rekrutmen tenaga kesehatan.

Baca Juga  Bupati Karawang Dorong Lahirnya Atlet Judo Berprestasi Lewat Kejurnas Mahasiswa 2026

“Kekuatan personil diperkirakan mencapai 1.000 orang dari Dapil II dan III,” tulis koordinator aksi, Dulan Kumbang, dalam surat pemberitahuan kepada Kapolres Karawang. Massa aksi akan membawa mobil komando, spanduk, bendera, serta didukung oleh puluhan mobil pick-up dan ratusan sepeda motor.

Tokoh AKHIR, Endang Macan Kumbang, menegaskan bahwa aksi ini murni memperjuangkan keadilan bagi masyarakat Karawang Hilir. “Kami tidak menolak rekrutmen, tapi kami menolak proses yang diduga penuh permainan. Jangan sampai warga asli hanya jadi penonton,” tegasnya.

Endang juga memperingatkan Pemkab Karawang dan manajemen RSUD Rengasdengklok untuk tidak mengabaikan suara rakyat. “Kalau suara rakyat tidak didengar, jangan salahkan kami jika gelombang perlawanan semakin besar!”

Baca Juga  83,10 Persen Pemuda Bekasi Tak Merokok, Pemkot Perkuat Kawasan Tanpa Rokok

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Pemerintah Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan ini.

Reporter : Cha

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img