Proyek Gedung Terpadu SBSN Unsika Senilai Rp63,35 Miliar Belum Rampung, Halaman Gedung Masih Berantakan

KARAWANG | SUARAKARAWANG.ID |  Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang bersumber dari pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu anggaran fantastis mencapai sekitar Rp63,35 miliar menuai sorotan.

Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, SH., MSc, dalam kesempatan ground breaking pada Juli 2025 lalu, mengatakan bahwa gedung baru ini akan memiliki kapasitas 34 ruang kelas dan terdiri dari lima lantai. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp93 miliar, anggaran termasuk untuk pengadaan furnitur dan perlengkapan penunjang.

Baca Juga  Bantah Tudingan Jual Alsintan, Ketua BUMDes Darawolong Akui Lokasi Kolam Ikan Ketahanan Pangan Atas Arahan DPMD dan Camat

Bangunan yang digembar-gemborkan rampung pada pertengahan tahun 2026 ini justru menampilkan pemandangan kontras saat dipantau langsung oleh awak media di lapangan.

Berdasarkan peninjauan langsung di kompleks Kampus 2 Unsika, Karawang, pada Tabu (2/9/2026) secara struktur fisik bangunan utama memang telah berdiri kokoh.

Namun, alih-alih siap digunakan secara optimal untuk menjawab kebutuhan ruang kuliah yang mendesak, gedung tersebut tampak belum selesai sepenuhnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa area halaman luar gedung masih menyisakan pekerjaan penyelesaian akhir (finishing) yang terbengkalai.

Lanskap sekitar tampak berantakan, tidak rapi, dan hanya didominasi oleh tanah serta tumpukan kayu-kayu sisa material konstruksi.

Baca Juga  Wali Kota Bekasi Hibahkan Aset Daerah Rp2,7 Miliar kepada Kemenag, Dukung Operasional MAN dan KUA

Lebih lanjut, sarana dan prasarana penunjang di dalam gedung juga belum terlihat terpajang maupun terpasang secara memadai.

Alhasil, bangunan megah tersebut terkesan hanya berdiri secara simbolis tanpa menghadirkan fungsi yang representatif bagi aktivitas akademika.

Padahal, proyek strategis ini mulanya diinisiasi melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh jajaran rektorat Unsika pada penghujung Juli 2025 (28–29 Juli 2025). Dengan alokasi waktu pengerjaan kurang lebih satu tahun, proyek ini dirancang sebagai solusi mendesak untuk menanggulangi kekurangan ruang kelas serta mengerek mutu pendidikan tinggi di Kabupaten Karawang di tengah lonjakan jumlah mahasiswa setiap tahunnya.

Baca Juga  Bongkar Asal Dana Rp42,5 Miliar Petrogas Karawang, Ternyata Bersumber dari Dividen PI Rp101 Miliar”

Sementara itu sebagai bentuk perimbangan pemberitaan, upaya mengonfirmasi pihak Unsika melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unsika hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

 

 

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img