Operasi Sinus di Karawang Berujung Infeksi, Kasa Diduga Tertinggal di Rongga Mulut Pasien

KARAWANG | SUARAKARAWANG.ID | Nasib malang dialami Nidia Saputri (38), warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Ia diduga menjadi korban malapraktik di salah satu rumah sakit di wilayah Kosambi, Klari, usai menjalani operasi sinus.

Pascapelaksanaan operasi, Nidia mengalami infeksi parah akibat selembar kain kasa yang tertinggal di dalam rongga mulutnya hingga memicu keluarnya cairan nanah.

Kuasa hukum korban, Syaepul SH., menuturkan bahwa kasus ini bermula ketika kliennya mendatangi rumah sakit tersebut pada 12 Juni 2026 karena mengalami keluhan kehilangan indera penciuman.

“Pas 12 Juni konsul, dokter spesialis THT berinisial R yang memeriksa memutuskan Nidia menjalani operasi sinus pada 15 Juni. Klien kami menjalani rawat inap sampai tanggal 17 Juni,” kata Syaepul, Sabtu (8/8).

Setelah diperbolehkan pulang, Nidia hanya dibekali semprotan pereda nyeri oleh dokter R. Namun, selama masa pemulihan, kondisi kesehatan korban justru kian memburuk.

Baca Juga  220 Pengemudi Becak Lansia di Karawang Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

“Pipi dan matanya membengkak, gusi terasa nyeri hebat, berdarah, hingga area bekas jahitan operasi mengeluarkan nanah secara berulang. Itu bisa kita buktikan berdasarkan sejumlah bukti foto selama kejadian,” jelas Syaepul.

Ketika melakukan kontrol kesehatan pada 23 Juni, respons dari dokter R dinilai tidak berempati dan justru menyalahkan korban dengan dalih kurang bersih dalam merawat luka pascaoperasi.

“Sejak awal ketemu, klien kami bilang jika dokter tersebut jauh dari kata ramah. Pas kontrol malah menyalahkan balik, bilangnya ‘pencuciannya kurang bersih, kamu nyuci gak bener, tanggung sendiri aja’. Dia bilang nanti silakan minta rujukan lagi, tapi dia tidak mau menangani lagi,” ungkapnya.

Lantaran rasa sakit di gusi tak kunjung reda dan pernapasan semakin sesak, korban sempat berobat ke klinik sebelum akhirnya memeriksakan diri ke dokter gigi. Dari pemeriksaan dokter gigi itulah terungkap keberadaan lembaran kain kasa yang tertinggal di area bekas operasi.

Baca Juga  Darawolong Jadi Sorotan! Dugaan Penjualan Alsintan hingga Transparansi Dana Ketahanan Pangan Dipertanyakan

Khawatir infeksi menyebar ke jaringan tulang akibat pendarahan dan nanah yang terus keluar, Nidia kembali mendatangi rumah sakit tersebut dan ditangani oleh dokter spesialis THT lainnya pada 27 Juni 2026.

“Sorenya langsung dijadwalkan operasi pengangkatan kasa dan pembersihan infeksi keesokan harinya. Alhamdulillah, pascaoperasi kedua oleh dokter A, kondisi klien kami sudah mulai membaik,” tambahnya.

Atas insiden tersebut, pihak kuasa hukum telah melayangkan somasi kepada manajemen rumah sakit atas kelalaian fatal itu dan menuntut sanksi tegas hingga pemecatan terhadap oknum dokter R.

Baca Juga  Dugaan Kejanggalan Adendum Proyek Kebudayaan Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar, Kabid: “Lagi Klarifikasi”

Sementara itu, ibu kandung korban, Iyoh Rohati (53), mengaku sangat terpukul dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas penderitaan fisik serta psikis yang dialami putrinya.

“Saya minta pertanggungjawaban penuh dari pihak rumah sakit dan dokter yang bersangkutan. Anak saya tertekan dan kesakitan akibat kelalaian ini. Ini harus jadi pelajaran keras buat mereka supaya tidak ada lagi korban-korban serupa di kemudian hari,” tegas Iyoh.

Sampai berita ini diturunkan, upaya untuk mengonfirmasi pihak RS Intan Barokah masih terus dilakukan. Melalui Humas RS Intan Barokah bernama Dian Citra, upaya perimbangan berita telah ditempuh, namun pihak Humas memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan. (*)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img