Kurang Dapur Jadi Kendala Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi

BEKASI | SUARAKARAWANG.ID — Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus berkomitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, Rabu (14/1/2026).

Imam menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan MBG di berbagai sekolah di Kabupaten Bekasi berjalan relatif baik tanpa adanya keluhan berarti. Seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga warga sekolah, memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Bahkan, guru turut berperan aktif memastikan kualitas makanan sebelum dikonsumsi peserta didik.

Baca Juga  Lantik 353 Kepsek di Karawang, Bupati Aep Pastikan Tak Ada Jual Beli Jabatan

“Guru-guru ikut mencicipi makanan sebelum disajikan kepada anak-anak. Ini bentuk kolaborasi antara sekolah dan pihak penyedia dapur agar makanan yang diterima benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” jelas Imam.

Menurutnya, mekanisme pengawasan berlapis tersebut menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta didik dan orang tua. Ia juga mengapresiasi konsistensi para guru dalam mendukung program ini sejak tahap awal hingga penyajian.

Lebih lanjut, Imam menilai program MBG berdampak positif terhadap kesiapan belajar siswa. Dengan asupan gizi yang cukup, peserta didik diharapkan memiliki energi lebih baik serta peningkatan konsentrasi selama proses pembelajaran.

Baca Juga  Lantik 353 Kepsek di Karawang, Bupati Aep Pastikan Tak Ada Jual Beli Jabatan

“Jika anak-anak mendapatkan asupan makan yang baik, energinya lebih terjaga dan fokus belajarnya meningkat. Meski bukan satu-satunya indikator kualitas pendidikan, MBG tetap memberikan kontribusi positif,” ujarnya.

Namun demikian, Imam mengakui bahwa pelaksanaan MBG di Kabupaten Bekasi belum menjangkau seluruh peserta didik, baik di jenjang SD maupun SMP. Saat ini, persentase sekolah penerima program masih di bawah 50 persen.

“Sampai hari ini belum semua peserta didik menikmati MBG. Kendala utama adalah keterbatasan infrastruktur, terutama pembangunan dapur. Kami berharap masalah ini segera teratasi,” katanya.

Baca Juga  Lantik 353 Kepsek di Karawang, Bupati Aep Pastikan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi masih menunggu dukungan dan kesiapan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan di lapangan.

Dengan terpenuhinya infrastruktur pendukung, Imam optimistis jumlah sekolah penerima manfaat MBG akan meningkat signifikan pada tahun mendatang.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

spot_img

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img