Bali Dorong Blue Carbon, Mangrove Diarahkan Jadi Aset Ekonomi

BALI | SUARAKARAWANG.ID | Menanam mangrove bukan lagi sekadar aksi penghijauan. Di Bali, upaya menjaga ekosistem pesisir mulai diarahkan menjadi bagian dari ekonomi rendah karbon melalui pengembangan blue carbon.

Pesan tersebut mengemuka dalam Bali World of Care – Leadership Mangrove Planting Programme di Arboretum Mangrove Park, Bali, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, komunitas Mangrove Ranger, serta pegiat lingkungan untuk mendorong aksi konservasi yang tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan, pemantauan, pengukuran karbon, dan pengembangan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Diaspora Carbon Action, Cindy Nattaya, mengatakan mangrove memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika ekosistemnya dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Aep Lantik 141 Pejabat, Tekankan Kinerja dan Loyalitas untuk Masyarakat

“Menanam mangrove bukan hanya tentang menambah jumlah pohon. Kita harus memastikan mangrove tumbuh, terjaga, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Cindy.

Ia menilai blue carbon dapat menjadi jembatan antara konservasi dan ekonomi.

“Blue carbon membuka jembatan antara konservasi dan nilai ekonomi, asalkan dibangun dengan pengukuran, pemantauan, dan tata kelola karbon yang kredibel,” katanya.

Mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon sekaligus melindungi garis pantai dan mendukung keanekaragaman hayati. Dengan pengelolaan yang tepat, ekosistem tersebut dapat menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus membuka peluang pembiayaan dan investasi hijau.

Baca Juga  Warga Poponcol Geruduk BPN Karawang, Desak Kejelasan Sertifikat PTSL yang Mandek Dua Tahun

Dari Bali untuk Indonesia

Bali World of Care juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan perlindungan kawasan, komunitas menjaga aksi di lapangan, sementara dunia usaha dan investor dapat mendukung pembiayaan serta pengembangan program berkelanjutan.

Komunitas Mangrove Ranger menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Sementara PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) turut terlibat sebagai bagian dari keterlibatan dunia usaha dalam agenda keberlanjutan.

Menurut Cindy, model kolaborasi seperti ini dapat dikembangkan lebih luas.

“Bali bisa menjadi titik awal. Dari Bali, kita ingin membangun kolaborasi yang bergerak ke seluruh Indonesia dan terhubung dengan dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Aep Lantik 2.251 Anggota BPD Karawang, Tekankan Pengawasan Pembangunan Desa

Melalui Bali World of Care, konservasi mangrove diarahkan menjadi gerakan jangka panjang yang menghubungkan lingkungan, masyarakat, investasi, teknologi, dan ekonomi rendah karbon.

Karena pada akhirnya, menanam mangrove hari ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam nilai untuk masa depan.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img