Pemadaman Listrik Bergilir Hambat Produksi UMKM di Kabupaten Bekasi

TAMBUN SELATAN | SUARAKARAWANG.ID | Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi belakangan ini dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas produksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi tertunda, terutama bagi usaha yang mengandalkan peralatan berbasis listrik untuk memenuhi pesanan konsumen maupun perusahaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan pihaknya memahami keluhan para pelaku UMKM yang terdampak pemadaman listrik. Menurutnya, gangguan pasokan listrik membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksinya.

“Dampaknya tentu ada. Pada saat UMKM sedang membuat produknya dan memiliki pesanan dari perusahaan atau dari konsumen lain, kegiatan produksinya menjadi tertunda karena adanya pemadaman listrik,” ujar Hasan Basri saat menghadiri Festival Band dan Bazar UMKM dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Tambun Selatan, Rabu malam (24/06/2026).

Baca Juga  Wali Kota Bekasi Hibahkan Aset Daerah Rp2,7 Miliar kepada Kemenag, Dukung Operasional MAN dan KUA

Ia menjelaskan, persoalan pasokan listrik merupakan kewenangan penyedia layanan ketenagalistrikan. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Koperasi dan UKM terus berupaya memperkuat daya tahan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan perluasan akses pasar.

“Untuk persoalan pemadaman listrik tentu kami berkoordinasi dengan pihak terkait. Dari sisi kami, fokusnya adalah bagaimana UMKM tetap berkembang dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya,” katanya.

Hasan menuturkan, salah satu langkah yang dilakukan adalah pembinaan rutin setiap tahun kepada pelaku UMKM, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan ritel modern agar produk lokal Kabupaten Bekasi dapat masuk ke jaringan pemasaran yang lebih luas.

Baca Juga  Nobar Timnas di Plaza Patriot, Tri Adhianto Bagikan Doorprize untuk Warga Bekasi

“Kami setiap tahun melakukan pembinaan dan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan kurasi produk UMKM untuk menyeleksi produk yang berpotensi masuk ke pasar modern,” jelasnya.

Menurut Hasan, proses kurasi menjadi tahapan penting karena produk yang akan dipasarkan harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kualitas kemasan, bahan baku, legalitas usaha hingga sertifikasi halal.

“Produk yang masuk ke pasar modern tidak bisa sembarangan. Packaging harus baik, bahan bakunya jelas, perizinan lengkap, termasuk sertifikat halal. Seleksinya memang ketat, tetapi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi UMKM untuk naik kelas,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua BPD Pancakarya Dwi Wulan Ramdahayanti Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pengawasan Desa

Selain menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM, Hasan juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Band dan Bazar UMKM yang digagas Polres Metro Bekasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang memamerkan berbagai produk unggulan daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan karena menjadi sarana bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Antusiasme pelaku usaha sebenarnya sangat tinggi, hanya saja keterbatasan tempat membuat jumlah peserta yang bisa difasilitasi masih terbatas,” katanya. (*)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi suarakarawang.id dan dapat mengalami pembaruan..
spot_img

TOP NEWS

Karawang Update

Politik

Peristiwa

ARTIKEL POPULER

TRENDING

- Advertisement -spot_img

POLRI

Berita Pilihan

INDEKS

spot_img