KARAWANG | SUARAKARAWANG.ID | Kisah inspiratif datang dari Anip Gozali (72), warga Kampung Babakan Toge, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Meski hanya hidup dengan satu kaki akibat kecelakaan motor pada 2009, ia tetap bersemangat menjalani hidup.
Anip menceritakan, pasca kecelakaan ia sempat terpuruk karena tidak bisa beraktivitas. Namun, bersama istri dan tiga anaknya yang masih hidup, ia tetap berusaha bangkit dan bekerja di kebun sebisanya.
“Saya dulu pernah kecelakaan sampai kaki saya harus diamputasi. Sekarang saya hanya bisa ke kebun seadanya. Saya ingin punya kaki palsu supaya bisa bekerja seperti dulu dan tidak hanya diam di rumah,” ungkap Anip, Sabtu (13/9/2025).
Anip mengaku sudah beberapa kali mengajukan bantuan kepada perangkat RT dan RW, namun hingga kini belum terealisasi. “Saya sudah lama mengajukan bantuan, tapi belum ada hasil. Saya berharap pemerintah bisa membantu saya supaya saya bisa jalan dan kerja lagi,” tambahnya.
Menurut Anip, ia memiliki tujuh anak, namun empat di antaranya telah meninggal dunia. “Anak-anak saya juga hidupnya pas-pasan, jadi saya tidak mau terlalu membebani mereka,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Pemerintahan sekaligus Ketua Puskesos Motekar, Sri Supriyani, membenarkan bahwa Anip pernah mendapatkan bantuan kaki palsu pada tahun 2009.
“Saat ini kami sudah memberikan bantuan sembako untuk Abah Anip. Kami juga sudah menindaklanjuti permohonan kaki palsu ini ke Dinas Sosial dan ditembuskan ke Camat Karawang Barat,” kata Sri Supriyani.
Ia berharap bantuan kaki palsu untuk Anip bisa segera terealisasi. “Mudah-mudahan segera ada realisasi agar Abah Anip bisa beraktivitas normal kembali,” pungkasnya. (Rey)





